Bimbingan Teknis Peningkatan Profesionalisme Aparatur Pelayanan Perizinan

Melalui Etika Pelayanan Publik

Pelayanan publik merupakan salah satu kunci dalam suatau pembangunan. Pelayanan publik yang baik akan mendorong kesejahteraan dan kepuasan masyarakat. Pelayanan publik juga merupakan suatu cermin dari kinerja birokrasinya jika pelayanan publiknya baik, tentunya diiringi dengan cara kinerja birokrasinya yang juga baik, begitu pula sebaliknya. Pemerintah (birokrasi) berperan sebagai fasilitator dan regulator yang menjalankan fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat (public services), pemerintah daerah harus dapat memberi pelayanan publik secara prima yang sesuai dengan keinginan/aspirasi dan kebutuhan masyarakat, berdasarkan tatanan pemerintah yang baik (good) yaitu demokratis, transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Salah satu bidang pelayanan publik yang seringkali menjadi sorotan masyarakat adalah pelayanan di bidang  administrasi pemerintahan, khususnya administrasi perizinan dan non perizinan. Bidang ini memiliki arti penting dalam kegiatan perekonomian dan berdampak pada bidang-bidang yang lainnya.

Mengingat fungsi utama Pemerintah dalam melayani, maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Etika pelayanan publik adalah suatu cara dalam melayani publik dengan menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang mengandung nilai-nilai hidup dan hukum atau norma yangmengatur tingkah laku manusia yang dianggap baik. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayana perlu diadakannya Bimbingan Teknis tentang Pelayanan Perizinan Terpadu. Dengan Bimbingan Teknis ini diharapkan aparatur pelaksanan di bidang pelaksana di bidang pelayana  perizinan dapat lebih disiplin, profesional dan loyal di bidangnya masing-masing, sehingga kualitas pelayanan menjadi lebih baik.

Maksud dari pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis ini diantaranya adalah :

  1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia penyelenggara perizinan
  2. Meningkatkan kualitas administrasi pelayanan perizinan
  3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik
  4. Mengevaluasi penyelenggaraan perizinan

Sedangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia aparatur yang menjadi tombak pelayanan publik sehingga diharapkan dapat memberikan pelayana  yang terbaik.           

Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan bimbingan teknis tentang peningkatan profesionalisme aparatur pelayanan perizinan melalui etika pelayanan publik, adalah :

  1. Memberikan wawasan /pemahaman tentang prosedur pelayanan perizinan di Kabupaten Bandung Barat
  2. Memberikan wawasan /pemahaman tentang etika pelayana publik terhadap masyarakat
  3. Memberikan gambaran mengenai tata cara dalam memberikan pelayana kepada masyarakat yang baik
  4. Sebagai wadah atau media dalam menerima masukkan untuk kemajuan pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat.

 

18 Juli 2017 / Berita

Jelang pelaksanaan kegiatan tahunan Apkasi Otonomi Expo 2017 yang merupakan gelaran ke-13, Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) serius menyiapkan diri. Persiapan dilakukan dengan menggelar technical meeting yang berlangsung di Merak Room Jakarta Convention Center (JCC)...

05 Juni 2017 / Berita

Bimbingan Teknis Peningkatan Profesionalisme Aparatur Pelayanan Perizinan Melalui Etika Pelayanan Publik Pelayanan publik merupakan salah satu kunci dalam suatau pembangunan. Pelayanan publik yang baik akan mendorong kesejahteraan dan kepuasan masyarakat. Pelayanan publik juga merupakan...

05 Juni 2017 / Berita

SOSIALISASI LAPORAN KEGIATAN PENANAMAN MODAL (LKPM) PERUSAHAAN PMA/PMDN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Kebijakan pembangunan nasional ternyata menjadikan Kabupaten Bandung Barat sebagai salah satu kawasan andalan yang dinilai mempunyai posisi strategis. Demikian juga berbagai kebijakan Provinsi...

05 Mei 2017 / Berita

Menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tingkat inflasi dipastikan akan mengalami peningkatan mengingat melonjaknya kebutuhan masyarakat. Namun menurut Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kab. Bandung Barat, Maman S. Sunjaya, meningkatnya angka inflasi pada momentum tersebut...